Skip to main content

Kau menghilang

Telah beberapa hari ini tidak ada kabar darimu. Pesan terakhir yang kudapat hanya tentang kondisimu yang masih kurang baik dan itu hanya beberapa kata saja kau sampaikan padaku. Hembusan angin hari ini begitu dingin, serupa dengan sikapmu yang dingin padaku pada beberapa waktu yang lalu. 

Lalala, nyanyian demi nyanyian kuiringi untuk menemani kesepian dan kejenuhan menunggumu. Dan aku terluka bila kau menghilang. Pintu kamar ini selalu tertutup rapat. Kau pergi dariku tinggalkanku lewati malam tanpa kasihmu. Kurangkai kata untuk menemani semuanya dan yang kuinginkan hanyalah cinta, namun semuanya menghilang. 

Kepergianmu membuatku tersentak dan ingin ku teriak. Langkahku terhenti, ku tertawa melihat semua ini. Yang kau tiggalkan padaku hanyalah luka. Bagaikan pepesan kosong yang berbunyi dengan nada tidak mengenakan aku terus bernyanyi, merenungkanmu dan mengharapkanmu untuk kembali padaku. 

Yeah, nafasku mulai melemah saat ini. Kegundahan dengan segala jenis penyakit yang menerpaku hari ini. Bila saja kau tau betapa beratnya hidupku kali ini, sulit untuk selalu mengharapkan kau mengerti tentang bagaimana diriku saat ini.Oh, yeah dan aku menangis..

Engkau menghilang, kau pergi dariku
Malam demi malam tanpa kasihmu
Ku menepi disebuah tepian pantai dan aku teriak

Comments

Popular posts from this blog

Bukan Retak, Tetapi Patah

Siang ini saya mendapat telepon dari Ayah. Biasanya beliau hanya menghubungi melalui whatsapp atau pesan singkat melalui handphonenya. Itu pun dapat dihitung dalam satu tahun, mungkin tiga kali dalam satu tahun, banyaknya empat atau lima kali satu tahun. Tidak pernah lebih.  Disaat yang sama, kebetulan saya sedang istirahat makan siang, sungguh kebetulan. Kebetulan, saya sejujurnya tidak percaya dengan hal kebetulan, tetapi kali ini alur ceritanya seperti itu. Siang ini matahari begitu terik, saya baru saja menyeruput minuman es teh manis, favorit untuk ukuran saya dan keadaan kantong saku saya, hehe. Selama saya berada di kota orang, saya tidak pernah berbicara panjang lebar dengan Ayah. Semuanya selalu berjalan dengan cepat, singkat dan padat. Tanpa basa-basi. Itu salah satu karakter Ayah saya, ternyata menurun pada diri saya. Topik pembicaraan yang disuguhkan Ayah sungguh membuat heran, tidak biasanya beliau menghubungi saya dan bercerita layaknya sebuah percakapan anta...

Sangkut

Places

Setelah beberapa waktu ini engga banyak nulis, akhirnya kali ini bisa nulis juga. Tentu disuasana yang beda sama pemikiran yang berbeda. Waktu rasanya cepet banget kali ini. Mulai nulis taun 2009 (tapi blog lama lupa password, penyakit), ga berasa aja sekarang udah tahun 2016. Tulisan di tahun ke-7 ini banyak rasa-rasa yang udah campur aduk, perjalanan yang berasa bukan kelok-kelok lagi, tapi udah berasa "ribet". Ya, gini adanya. Buat nulis hari ini, banyak kerjaan dulu yang harus diberesin dan gatau tiba-tiba punya inisiatif tingkat tinggi buat beresin beberapa file yang acak-acakan di dekstop sama di beberapa folder laptop. Ya sedikit mendingan dibanding sebelumnya. Yang belum mendingan cuma laptopnya aja, masih jadul (belum mampu beli dan secara ga langsung masih nyaman buat dipake), ya gitulah! :D Ngomong-ngomong ini persis 1 taun lebih 20 harian tinggal di kota orang (Jakarta) dan ya 8 bulan yang lalu genap umur saya di usia 23 tahun. Itu taun kedua sih ngerayai...