Skip to main content

It's Not A Bad Thing

Tidak semua yang menyenangkan itu mengasikan, terkadang kita harus menikmati yang terburuk, sekalipun itu merenggut kebahagiaan kita, untuk sekejap.

Setiap saat diri ini selalu mengharapkan bersamamu. Deru kasih yang saat ku simpan semua hanya milik dirimu, kasih. Pandangmu. Selama ku lihat engkau senang, yang lainnya akan ku taruh pribadi ditempat ini. Kau dan aku kini merasakan bahwa kita berada di ruang yang sama, satu inci lebih sempit dan 2 inci lebih kesamping, ruang ini mengharapkan pikiran dan perasaan kita sama-sama merasakan letak yang nyaman hingga menenangkan satu sama lain.

Teruslah berjalan, tersesatpun tak akan mendekatimu...
Tujuanmu dengan dirimu kubebaskan, semua bebaskan. Suatu saat nanti akan datang kembali senyuman yang kudambakan. Duduklah, badanku saat ini tak mampu untuk terus kugerakkan, tak mampu untuk terus diajak melangkah bersama para orang-orang yang banyak membicarakan masalah yang terjadi belakangan ini. Tergelitik aku tertawa, tak ada yang lucu tetapi ku mengingat sisi leluconmu yang dahulu sering kau tunjukan padaku, inikah rasa rindu. Nikmatilah kejutanku kelak.

Kuasamu tak mampu ku bendung lagi didalam hati ini. Banyak perasaan dan perhatian yang ku berikan padamu. Ku rasakan bahwa kamu pun memberikan bagiannya untukku. Ku teguk secangkir kopi hangat ini, ku reda sejenak rasa-rasamu yang terus menghujam jantungku.

Aku tahu bahwa banyak pria selalu memberikan seluruh janji pada wanita, dalam hal ini akupun demikian. Pada mulanya semua berjalan dengan begitu menyenangkan, hingga suatu akhir dirinya menjatuhkan semuanya, sedih kulihat para wanita yang merasakannya. Disaat semuanya terjadi, ku hanya mengingatkan pada diri ku sendiri bahwa diri ini tak selamanya berjalan seperti serdadu yang dikomandoi satu pemimpin dan menggerakkan sesuai perintahnya. Fisik dan jiwa ini hanya sebuah manusia berwujud pria yang jauh dari sempurnanya, kadang peka kadang bertingkah diluar kendalinya. Semuanya butuh kontrol. 

Simfoni mengalun pelan perlahan. Senja menunggu wajahmu. Saat ini semua sedang dalam ironinya, mendayu lirih gemilang kau jelita. Deraunya berganti menjadi cerah. Sayu melepaskan putiknya hingga melambai menuju tanah basah yang masih menaruh harap akan pelangi yang akan datang. 

Kuletakan tubuh ini dihamparan padang pasir dimana ku tak akan pernah menahan diri ditempat seperti ini. Banyak kemungkinan akan terjadi, banyak kejutan yang akan kutuangkan dalam hidupmu. Maaf aku membuat dirimu menjadi kewalahan dengan sikap ini yang menggerogoti haru biru perasaanmu. Siapa diriku yang dahulu, kukatakan dalam kata bahwa itu akan menjadi berubah.

Waktu semakin berlalu, banyak wajah baru dan kejutan baru. Aku kali ini menyeringai diatas senyum. Kata-kata yang kuberikan padamua akan tetap menjadi kata-kata yang akan terus diulang kembali dan meyakinkan bahwa waktu menjawab perubahan pada diriku dan mengalir pada dirimu. Tak usah bersikap dirimu tak peka terhadap diriku saat ini, aku memperhatikan dan dirimu menerimanya.

Tak usah merasakan sendiri lagi dalam hidupmu. Aku bawa keramaian yang telah lama ingin ku beri (lagi) denganmu. Cukup saat ini kita sama-sama mengehentikan kesendirian ini. Ku pasangkan bahu-bahu ini untuk menahan lelahmu hingga engkau tertidur lelap dalam ketenangan. Hingga matahari terbit dan terbenam menyaksikan bahwa kini kau tengah menikmati secangkir kopi hangat, bersama dengan diriku. 

Kini kita yang baru, saling mengerti satu sama lain.

Spent all your time and your money just to find out that my love was free
So don't act like it's a bad things to fall in love with me
It's not a bad things to fall in love with me
Not such a bad thing to fall in love with me




Life Journey
24-06-14 

Comments

Popular posts from this blog

Sangkut

Places

Setelah beberapa waktu ini engga banyak nulis, akhirnya kali ini bisa nulis juga. Tentu disuasana yang beda sama pemikiran yang berbeda. Waktu rasanya cepet banget kali ini. Mulai nulis taun 2009 (tapi blog lama lupa password, penyakit), ga berasa aja sekarang udah tahun 2016. Tulisan di tahun ke-7 ini banyak rasa-rasa yang udah campur aduk, perjalanan yang berasa bukan kelok-kelok lagi, tapi udah berasa "ribet". Ya, gini adanya. Buat nulis hari ini, banyak kerjaan dulu yang harus diberesin dan gatau tiba-tiba punya inisiatif tingkat tinggi buat beresin beberapa file yang acak-acakan di dekstop sama di beberapa folder laptop. Ya sedikit mendingan dibanding sebelumnya. Yang belum mendingan cuma laptopnya aja, masih jadul (belum mampu beli dan secara ga langsung masih nyaman buat dipake), ya gitulah! :D Ngomong-ngomong ini persis 1 taun lebih 20 harian tinggal di kota orang (Jakarta) dan ya 8 bulan yang lalu genap umur saya di usia 23 tahun. Itu taun kedua sih ngerayai...

Begin Again?

Perlu untuk kau sadari, diri ini tak mampu untuk terus bersandar pada sebuah harapan, nafas ini tak dapat mengenal santun untuk terus menghembuskan nafas, tak terucap segala rasa yang tak pernah bicara dan tak pernah untuk terucap. Kali ini, rasa dan sanjungan yang selalu ku buai dalam setiap gerak langkahmu tak dapat membuat kita saling mengingat dan menyatukan. Terkadang, warna-warna yang kuberikan itu aku persembahkan untukmu yang berada di jauh sana. Tampak jelas kali ini, bahwa fase tersebut membuat semua tampak menjadi jelas, ku hempaskan seluruh harapan ini, tampak bilur dan terjerembab dalam perputaran waktu yang tak juga membuahkan hasil yang selalu ku harapkan. Semuanya hanya tersisa dijiwa, lepaskan. Biaskan, bebaskan... Sesekali kupandang wajah pada foto yang kuselipkan di dompet cokelat usangku, wajahmu tersenyum tanpa ku tahu apa alasannya, rambutmu tampak terlihat indah dengan warna hitam panjang hingga menyentuh bahu yang indah itu. Matamu terlihat lebih te...