Skip to main content

Please believe me

"I always to look on the optimistic side of life, but i am realistic to know that life is complex matter." -Walt Disney- 
You know how hard it is, letting go of something you love. 
Saya sangat menyukai tahun 2014 ini. Sungguh. 2014 adalah tahun favorit dari seluruh tahun yang telah saya lewati selama ini. Pada saat ini, saya ingin mengucapkan selamat tinggal kepada tahun 2013, benar-benar ingin mengucapkan perpisahan yang teramat pada tahun 2013. My girlfirend once said that i'm good at saying goodbye, menurutnya suara ini muncul seperti suara pembawa acara khususnya announcer radio di kota-kota besar, telinganya sungguh manis. Tetapi, banyak dari kita sangat tidak menyukai untuk mengucapkan "good bye"? Fakta kali ini saya harus mengatakannya, bahwa saya harus mengatakan pada tahun sebelumnya dan saya akan menikmati pertunjukan hidup ini, saat ini, 2014.

Maybe you'll say that year just a number. But i'm a person who praises moment. Uncountable moments, the ups and down, expectations, anxiety, self-pride, are all mix-ups in one bowl named 2013.

Kamu tahun bahwa pijakan langkahmu memasuki step baru, lebih dari itu kita adalah sebuah awak manusia yang melangkah disebuah zona baru dan dunia baru yang penuh dengan kehidupan yang semakin sulit untuk ditebak didepannya. Rencana besar membuat dirimu merasa terlalu emosional untuk mengingat segalanya. Pada saat kamu terbang terlalu tinggi hingga tubuhmu membiru terhempas terlalu dalam di pasir yang tidak beriak ini. 

Awal baru muncul dan dimulai semuanya. Bersamaku. Kali ini kita mulai semua dengan penuh kebanggaan, canda tawa dan optimis. Dari semua itu, muncul hal buruk lalu berakhir. Saat ini saya mengatkan bahwa pendam dalam-dalam semuanya dan lupakanlah, tentang apa yang sudah terjadi. Saya tidak terlalu mengetahui apa yang terjadi dan kita lihat dalam hidup ini. 

Everything seems so floating away. That's sad.
Saat ini, musim, hari, waktu, derap langkah, sedih, senang, argumen, kata maaf telah banyak kita lakukan. Berangsur-angsur diri ini mengerti hendak apa yang ingin dituju dan diarahkan oleh kehidupan kita. Terlalu belia dahulu kita, terlalu awal kita membuat suatu keputusan. Mengertilah bahwa semuanya butuh proses. Miss kominikasi menjadikan semuanya it's like very floating and i confused about that situation

Kini, percayalah bahwa aku mulai paham untuk segala yang telah kita lewati.
Please, believe in me, believe
That life can change.



 

Comments

Popular posts from this blog

Sangkut

Places

Setelah beberapa waktu ini engga banyak nulis, akhirnya kali ini bisa nulis juga. Tentu disuasana yang beda sama pemikiran yang berbeda. Waktu rasanya cepet banget kali ini. Mulai nulis taun 2009 (tapi blog lama lupa password, penyakit), ga berasa aja sekarang udah tahun 2016. Tulisan di tahun ke-7 ini banyak rasa-rasa yang udah campur aduk, perjalanan yang berasa bukan kelok-kelok lagi, tapi udah berasa "ribet". Ya, gini adanya. Buat nulis hari ini, banyak kerjaan dulu yang harus diberesin dan gatau tiba-tiba punya inisiatif tingkat tinggi buat beresin beberapa file yang acak-acakan di dekstop sama di beberapa folder laptop. Ya sedikit mendingan dibanding sebelumnya. Yang belum mendingan cuma laptopnya aja, masih jadul (belum mampu beli dan secara ga langsung masih nyaman buat dipake), ya gitulah! :D Ngomong-ngomong ini persis 1 taun lebih 20 harian tinggal di kota orang (Jakarta) dan ya 8 bulan yang lalu genap umur saya di usia 23 tahun. Itu taun kedua sih ngerayai...

Begin Again?

Perlu untuk kau sadari, diri ini tak mampu untuk terus bersandar pada sebuah harapan, nafas ini tak dapat mengenal santun untuk terus menghembuskan nafas, tak terucap segala rasa yang tak pernah bicara dan tak pernah untuk terucap. Kali ini, rasa dan sanjungan yang selalu ku buai dalam setiap gerak langkahmu tak dapat membuat kita saling mengingat dan menyatukan. Terkadang, warna-warna yang kuberikan itu aku persembahkan untukmu yang berada di jauh sana. Tampak jelas kali ini, bahwa fase tersebut membuat semua tampak menjadi jelas, ku hempaskan seluruh harapan ini, tampak bilur dan terjerembab dalam perputaran waktu yang tak juga membuahkan hasil yang selalu ku harapkan. Semuanya hanya tersisa dijiwa, lepaskan. Biaskan, bebaskan... Sesekali kupandang wajah pada foto yang kuselipkan di dompet cokelat usangku, wajahmu tersenyum tanpa ku tahu apa alasannya, rambutmu tampak terlihat indah dengan warna hitam panjang hingga menyentuh bahu yang indah itu. Matamu terlihat lebih te...