Skip to main content

Kehebatan dan Kebebasan Kartini dan Wanita

Menjadi seseorang yang sangat disingkirkan pada jaman kemerdekaan dan masa sebelum kemerdekaan membuat semua wanita tidak dapat melakukan apapun untuk membuat dirinya menjad yang terbaik bai hidupnya dan orang lain. Seolah semuanya terkurung terkunci rapat dalam sebuah jeruji yang bersekat tembok tebal. Sayang, semuanya telah menjadi acuan bagi seorang wanita yang ingin merubah semua pandangan orang-orang yang selalu meremehkan kaum wanita dan meminta merka hanya duduk terdiam dan mengerjekan sesuatu yang tidak ada katiannya dengan fisik yang biasa dikerjakan oleh kaum pria. Irosni dan dramatis..

Raden Adjeng Kartini, seseorang yang mengubah semua peta kekuatan wanita dalam penindasan yang tidak pernah berujung pada jamannya. Dia membuat sebuah gebrakan hebat bagi kaumnya dan menampilkan keaktifan dan kemahiran betapa pentingnya kaum hawa bagi kemajuan negara dan kehidupan bermasyarakat Indonesia. Kartini tidak saja dikenal sebagai sosok ideal sebagai pejuang kebangkitan kaum wanita pribumi, tetapi sebagi seorang wanita yang gagah berani untuk melanjutkan visi dan misi yang dia kerjakan sendiri. Lahir ditengah keluarga priyayi dia melakukan banyak pemikiran yang cerdas dan membangun. Seluruh wanita pribumi pada saat itu tidak ada yang berani sepertinya. Semuanya tergantung keberanian seseorang untuk mengubah dirinya, lingkungan dan dunia. Ternyata sosok Kartinilah yang berani mengubah segalanya menjadi kepastian dan kemajuan. Kaum wanita saat ini membuat semua wanita mempunyai kebebasan, hak, martabat dan kehormatan yang sama dengan kaum pria. 

Semua keinginan Kartini untuk membuat kaum wanita sejajar dengan pria berhasil dan layak dijadikan modal besar bagi kaum wanita untuk terus berkarya dan membuat inovasi. Kaum pria semain meyadari betapa pentingnya peranan sebuah wanita dihidup ini. Mulai dari pertemanan, pacaran dan hingga kela menikah. Pria tidak selalu bisa mengerjakan segalanya. Adanya wanita membuat semuanya menjadi lengkap dan sempurna. Hidup dibuat untuk saling melengkapi dan menikmati keindahan masing-masing pihak. Semuanya menjadi indah bila ada pengertian dan toleransi akan semua pekerjaan yang dikerjakan. 

"Aku Mau ..." adalah moto Kartini.

Wanita memang indah
Wanita sungguh menakjubkan
Wanita bukan hanya barang yang dapat dipakai
Tapi mereka adalah sebuah kekuatan untuk menciptakan perubahan dan invonasi dalam hidup

Comments

Popular posts from this blog

Sangkut

Places

Setelah beberapa waktu ini engga banyak nulis, akhirnya kali ini bisa nulis juga. Tentu disuasana yang beda sama pemikiran yang berbeda. Waktu rasanya cepet banget kali ini. Mulai nulis taun 2009 (tapi blog lama lupa password, penyakit), ga berasa aja sekarang udah tahun 2016. Tulisan di tahun ke-7 ini banyak rasa-rasa yang udah campur aduk, perjalanan yang berasa bukan kelok-kelok lagi, tapi udah berasa "ribet". Ya, gini adanya. Buat nulis hari ini, banyak kerjaan dulu yang harus diberesin dan gatau tiba-tiba punya inisiatif tingkat tinggi buat beresin beberapa file yang acak-acakan di dekstop sama di beberapa folder laptop. Ya sedikit mendingan dibanding sebelumnya. Yang belum mendingan cuma laptopnya aja, masih jadul (belum mampu beli dan secara ga langsung masih nyaman buat dipake), ya gitulah! :D Ngomong-ngomong ini persis 1 taun lebih 20 harian tinggal di kota orang (Jakarta) dan ya 8 bulan yang lalu genap umur saya di usia 23 tahun. Itu taun kedua sih ngerayai...

Begin Again?

Perlu untuk kau sadari, diri ini tak mampu untuk terus bersandar pada sebuah harapan, nafas ini tak dapat mengenal santun untuk terus menghembuskan nafas, tak terucap segala rasa yang tak pernah bicara dan tak pernah untuk terucap. Kali ini, rasa dan sanjungan yang selalu ku buai dalam setiap gerak langkahmu tak dapat membuat kita saling mengingat dan menyatukan. Terkadang, warna-warna yang kuberikan itu aku persembahkan untukmu yang berada di jauh sana. Tampak jelas kali ini, bahwa fase tersebut membuat semua tampak menjadi jelas, ku hempaskan seluruh harapan ini, tampak bilur dan terjerembab dalam perputaran waktu yang tak juga membuahkan hasil yang selalu ku harapkan. Semuanya hanya tersisa dijiwa, lepaskan. Biaskan, bebaskan... Sesekali kupandang wajah pada foto yang kuselipkan di dompet cokelat usangku, wajahmu tersenyum tanpa ku tahu apa alasannya, rambutmu tampak terlihat indah dengan warna hitam panjang hingga menyentuh bahu yang indah itu. Matamu terlihat lebih te...