Skip to main content

Posts

Setitik Sendu

Jika waktu selalu terus berjalan, mengapa manusia selalu terfokuskan pada satu titik saja? Mungkin saja dititik yang lain dia bisa memaksimalkan semuanya dan menemukan kebahagiaannya. Saat ini yang terpikirkan hanya itu, waktu. Seolah hanya ingin bertanya mengpa manusia terkadang tidak pernah berpikir bahwa masih banyak hal yang harus dikerjakan dan dicari dijauh sana.. Kala bulan menerangi raga 27 Agustus 12

Setitik Lirih Rindu

Pengalaman akan menjadi luar biasa dimana kita dapat menggunakannya untuk menjadi lebih baik lagi dikemudian hari... Luka dan lirih ini seharusnya menjadi penyemangat dikala saat itu memang menjadi hal yang utama bagi hidupku untuk menalanjutkan mimpi. Nyaris tidak pernah ada kerasan sama sekali pada saat itu untuk terus memupuk semangat yang digunakan untuk menggapai semuanya. Mimpi, asa dan cita itu baru terpupuk setelah beberapa saat meningggalkan mereka disana. Dari semuanya, perjalanan memang tidak mudah untuk dapat seperti kondisi saat ini. Dalam titik nyaman dan ingin selalu berada dalam titik nyaman ini semuanya menjadi terasa terdengar bahwa apa yang diinginkan oleh mereka yang sering bersuara dijauh sana untuk memintaku menggapai keinginan dan harapan mereka ada saat ini. Uh, ku ada disini memahami benar siapa diriku saat ini, karena engkau selalu ada didalam diriku disaat apapun itu, sesulit apapun itu. Aku ingin kalian pahami bahwa cinta dan kasih sayang kalian...

Setangkup Sendu

Selalu saja salah, tanpa alasan jelas. Aku malas untuk terus memikirkan apa yang terjadi dengan semuanya, lelah dengan semuanya dan berharap semuanya dapat hilang tanpa bekas yang tersisa, lenyap. Kali ini amarah mau tak mau harus muncul dan tak dapat di tutup ataupun dibelenggu kembali. Sudahlah, semuanya telah terjadi, kini kau hanya bisa merenung dan akupun merasa bersalah akan semuanya. Mau tak mau, aku lagi yang salah, yasudahlah. Berharap halusinasi datang menyergapku ditengah kondisi saat-saat yang seperti ini. Berperang dengan rasa waras yang saat ini kurasakan. Seolah bertanya pada diri sendiri, apakah aku ini masih cocok untuk dikatakan seorang manusia yang waras dan dapat mengerti akan sebuah perasaan, membual dengan dinding kamar yang selalu setia menemaniku hingga saat ini. Membenturkan kepala ke dalam tembok bagaikan sebuah luapan emosi yang begitu jalang bagiku, gila. Lebih tenang saat ini, ya setelah membenturkan kepala pada dinding kamar tadi, sekarang adalah...

Pertemuan Singkat

Gemericik hujan membasahi wilayah ini dalam bulan ini. Angsa-angsa berlarian kesana kemari menyambut datangnya hujan yang dalam beberapa bulan terakhir jarang sekali datang. Hawa yang dulu panas berubah menjadi sejuk dan dingin. Gadis kecil itupun tersenyum gembira dan terlihat dari mukanya yang tampak cerah merona saat duduk dibawah jendela untuk melihat hujan. Tetesan embun kini menetes diujung genting rumah gadis kecil itu. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Terlihat matanya sendu saat ini, padahal hujan telah datang. Pipinya tiba-tiba tidak merona seperti apel yang terlihat menarik. Tak ada yang dilakukannya, hanya diam tak bergerak sedikitpun dari kayu jendela kecil dikamarnya itu. Mungkin dia akan lebih lama lagi untuk melihat hujan kali ini dengan ekpresi yang tak pernah kulihat sebelumnya. Hari ini seolah semuanya terjadi begitu saja. Tanpa ada lika-liku kehidupan sebagaimana orang lain dalam menjalankan hidup. Gadis itu terlihat saat ini memegang bolpoint dan sebuah buku k...

Terlalu Cepat

Memang, beberapa tahun belakangan ini engkau merasa semuanya menjadi sebuah perjalanan yang sangat menyusahkan bagi hidupmu. Melalui semua cobaan yang diberikan tuhan yang kau anggap sebagai cobaan terberat untuk terus yakin bahwa semuanya akan berlalu. Dahulu, pertama kali bertemu denganmu, aku mendapatkan banyak sekali kenangan yang sangat indah dan hingga kini tak dapat dilupakan. Perbincangan dan kesan mendalam selalu teringat dalam hidup ini. Tidak banyak orang dapat menikmati semua canda serta kata-kata yang engkau perbincangkan. Sungguh, ini sesuatu yang berharga dalam hidupku untuk mendengar semua ocehanmu, sangat menyenangkan bagiku. Banyak orang berkata bahwa Tuhan adalah segalanya dalam hidup ini. Dialah yang dapat mengatur jalannya kehidupan. Kita hanya menjalankan dan berusaha untuk terus meperbaiki diri. Aku tahu, semuanya sudah menjadi takdir dan itu memang sudah dicatat dalam "buku harian" Tuhan.  Pertemuan denganmu memang sangat singkat sekali, singkat. Ta...

Terdiam

Bukan maksudku untuk menutupi semuanya. Tetapi memang seperti inilah yang sedang dirasakan olehku. Kebimbangan menjadi kunci dalam diriku ini selama hampir 1,5 bulan lebih lamanya. Entah apa yang harus diperbuat dan diucapkan. Mengalir saja seperti air tidak membuat semuanya menjadi tampak lebih baik dan indah, malah menjadi sebaliknya. Berjalan dan memikirkan sesuatu sampai tiba pada satu pohon yang sudah mengering yang tersisa hanya ranting dan batang pohon yang rapuh. Tidak selalu apa yang diperbuat itu menjadi sesuatu yang menyenangkan lagi dalam hidupku. Menjalani setiap waktu denganmu tidak mengakibatkan perasaan dalam diri ini tumbuh subur layaknya ketika sedang mencintai sesuatu yang diidamkan. Aku sadar, kau memang bukan yang aku idam-idamkan. Tetapi kau memang makhluk tuhan yang diciptakan begitu luar biasa untuk menemani hidupku, walaupun hanya dalam beberapa bulan terakhir. Terdiam aku memikirkan apa yang harus diperbuat. Tuhan tidak pernah menjebak kita dalam satu ruanga...

Derau

Sunyi dan hening.. Situasi ini mungkin dialami beberapa manusia didunia dalam kurun waktu beberapa saat sebelum masalah baru muncul. Bosan.. Ya, tanyakan saja padaku, pasti pertanyaan yang akan ditanyakan adalah mengapa dengan diriku saat ini? Penat dan tanyakan saja pada pekatnya situasi ini. Sendiri dan dahaga ini terasa menggerogoti untuk terus bertindak dan berteriak sekencang mungkin.  Hendak lari ke hutan, aku bernyanyi sekeras mungkin. Aku lari kepantai dan berteriak sekencang mungkin. Disini sepi dan sendiri aku menyepi.  Ku pikir aku dapat bernyanyi dengan lantang di tempat sepi, tetapi tidak. Aku hendak lari ke pasar untuk meramaikan situasi, itu membuatku semakin terseok dan tersungkur dalam kejenuhan. Berjalan sendiri tak mampu untuk merubah suasana hati, hendak apapun cara yang digunakan hasilnya sama. So make me crazy for this situation! Melakukan sesuatu yang bukan dinginkan dan dikehendaki oleh hati. Berlari dan mencari keramaian tak bisa meramaikan kesepi...