Skip to main content

Posts

Aku

Aku, ini memang aku Menyendiri, menyepi dan sunyi Selalu saja seperti ini Setiap hari Mungkin semuanya memang sudah menjadi takdirku untuk kujalani setiap harinya. Tuhan memberikan Sentilan khusus kepadaku dari sikapku dimasa lalu yang cenderung buruk dan dapat disebut juga biadab. Hubungan itu membuatku nyaman Kamu membuatku gembira Kamu memang special Kamu layaknya martabak manis rasa keju yang sangat aku sukai Dan tak ingin kehilanganmu Sebuah laptop dan beberapa alat mengantarkaku untuk menumpahkan seluruh kata-kataku didalam Sebuah kertas putih dan coretan hitam. Lagu yang mellow membawaku kedalam keasikan menjadi Seseorang yang berdiam diri, tertutup dan sendiri pastinya. 

Salahkah

Salahkah aku membencimu? Salahkah aku membenci dirimu? Salahkah aku? Salahkah aku salah? Salahkah aku menghindari dirimu? Salahkah aku salah? Yang telah terjadi biarlah terjadi Aku sadar ku bukan milikmu lagi Sadarilah ku bukan milikmu lagi, itu katamu Dulu, kau slalu ada Dulu, kau slalu bisa Tetapi kini, tiada lagi Dulu kau ada slalu Dulu kau bisa slalu Sayang, sayang, tlah hilang Sayang, sayang, sayang, sayang

Dunia Pun Terlupa

Menit ke menit terus bergerak kasar dan cepat tetapi tanpa suara yang menggangguku dalam kesendirian. Intelejensi sebuah waktu melebihi intelejensiku dalam menghitung. Dia tak pernah bersuara dan ribut soal apa saja dan waktu berapa kali ini. Waktu menunjukan sesuatu yang selalu menjadi renunganku setiap waktu. Pukul 7 malam telah tiba dan itu menjadi panggilan bagiku untuk mengingat semua yang sudah terjadi, memaksa seperti biasanya. Selalu teringat akan kejadian serupa yang terjadi dimasa lalu dan terlupakan saat ini. Suhu dingin memuncak dan rusuk pada tulang ini merasakannya. "Hentakan suara yang bergaung dan bergema di tebing tinggi yang membuat sema yang kuucapkan terdengar hingga jarak yang cukup jauh dan tidak ku sangka banyak orang yang mendengar dan merasakan kejenuhanku ini." Dunia seakan menggelar suatu hajatan besar yang mengiringiku dalam kesendirianku ini, dunia pun tak mau bila ku selalu seperti ini. Apa jadinya bila memang dunia tak mau aku tak bahagia pada...

Kita Selalu Menyenangkan

  Maybe We are  not a superstar But We Can make a dream and take a dream for tommorow FACULTY OF LAW UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN 2010

Ku Bukan Pecundang

Bisa kau dengarkan aku, coba pahami aku, kita tak bisa bertahan kita tak bisa menahan. Aku melampaui semua kehendak yang seharusnya tidak kukehendaki. Memperhatikan jejak langkahku dengan memperhatikan harga diriku. Mengerti dan mencoba berkeluh diatas bebatuan yang sedikit merendahkan namaku. Sungguh berat bertemu denganmu, malu yang kurasa. Dentuman terus menerjang bagai limbah deras yang datang silih berganti menerjam bumi ini. Kikir yang dilihat oleh tuhan dengan keadaan ini. Serendah-rendah namamu masih saja aku banggakan dan itu selalu aku kenang. Terbangun dari tidur panjang yang melelahkanku. Menyesali semua yang berjalan tinggalkanku dan tak dapat merangkai kembali semua yang menjadi khayalku. Mengharapkan keajaiban datang melengkapi khayalku. Membiarkan mimpi tetap mimpi yang melengkapi khayalku. Aku terhenyak dan terbangunkan dan tetap saja mengharapkan keajaiban hadir dipundakku. Teringat disaat kita tertawa bersama, semua terasa semakin berlalu. Tinggalkan cerita tentan...

Denting Tak tersirat

Tersirat rangkaian kisah masa lalu, mengiri acu berbuntuk malu. Jiwa terhentak dan sadar mengoyak. Terucap kata dan terjadalah sejarah. Ku yakini jalan yang ku tentukan takan ku sesali semua yan telah hilang. Terkikis bagaikan karang yang terhempas. Pijakan kaki tanpa kenal arah dan waktu, takan menyerah. Yakin semuanya bukan sebuah penyesalan. Menemukan arah mimpi saat dimana engkau melangkah pergi bersamanya. Takan terhenti disini, takan berhenti mencari. Semua takan kembali, tetap kan kuhadapi. Takan berakhir disini. Kan kuyakini jalan yang kutentukan, takan ada dirimu. Takan sesali semua yang telah hilang, menyerukan semangat hidupku dan tentukan arah hidupku. Saat diriku terkikis dan ku yakini jalan yang kutentukan. Semua terlewati bersama indahnya hari yang diberikan oleh tuhan. Takan terhenti disini semuanya. Penyesalan memang bukan menjadi biang kerok dari semuanya. Semuanya berjalan sesuai ketentuan tuhan. Jalan setapak selalu kulewati setiap harinya untuk menemani kesepian...

Kau menghilang

Telah beberapa hari ini tidak ada kabar darimu. Pesan terakhir yang kudapat hanya tentang kondisimu yang masih kurang baik dan itu hanya beberapa kata saja kau sampaikan padaku. Hembusan angin hari ini begitu dingin, serupa dengan sikapmu yang dingin padaku pada beberapa waktu yang lalu.  Lalala , nyanyian demi nyanyian kuiringi untuk menemani kesepian dan kejenuhan menunggumu. Dan aku terluka bila kau menghilang. Pintu kamar ini selalu tertutup rapat. Kau pergi dariku tinggalkanku lewati malam tanpa kasihmu. Kurangkai kata untuk menemani semuanya dan yang kuinginkan hanyalah cinta, namun semuanya menghilang.  Kepergianmu membuatku tersentak dan ingin ku teriak. Langkahku terhenti, ku tertawa melihat semua ini. Yang kau tiggalkan padaku hanyalah luka. Bagaikan pepesan kosong yang berbunyi dengan nada tidak mengenakan aku terus bernyanyi, merenungkanmu dan mengharapkanmu untuk kembali padaku.  Yeah, nafasku mulai melemah saat ini. Kegundahan dengan segala jenis penyakit...