Skip to main content

TER(USIK)

OMG! Cobaan apalagi yang harus dateng diminggu ini? kenapa harus tiba-tiba seperti ini disaat semuanya sudah diusahakan secara maksimal buat kegiatan minggu depan!!!

Ngerasa ga pernah bisa ngejelasin dengan kata-kata buat beberapa saat ini. Buat semua yang udah dikerjain bahkan dirasa udah mulai menikmati pekerjaan ini, malah semuanya harus dibatalin dan dibubarin. Yeah, ini memang bisa bikin semuanya terkoyak bahkan bikin jiwa ini terusik. Ini sama sekali ga bisa dipungkiri sebelumnya dan ga bisa untuk menerima dengan langsung lapang dada meskipun kenyataannya harus memaksakan diri untuk menerimanya dengan baik.

Ya, sebagai bahan ajaran dan bahan koreksi untuk kedepannya aja buat masalah yang ini. Harapan untuk bisa mengunjungi Universitas Indonesia dengan maksud untuk mengikuti lomba debat nasional menjadi pupus setelah ada keputusan dari pimpinan tim dari Universitas Katolik Parahyangan untuk ga mengikuti beberapa event debat tingkat nasional dalam jangaka beberapa bulan kedepan. Dikatakan bahwa saat ini tim sedang mempunyai masalah internal untuk memebereskan semua masalah yang ada dalam organisasi debat UNPAR. 
Menghela nafas ketika mendengarkan kata-kata yang bikin hati ini terusik, ya terusik dengan sangat dalam atas kejadian ini. Menyiapkan bahan-bahan untuk berdebat dan mencoba dengan sparing dibeberapa kesempatan, revisi dengan tenggang waktu yang begitu sempit dan bahkan harus berseteru dengan kelelahan untuk bisa dateng di perkuliahan. Sungguh berat rasanya untuk bisa menerima hasilnya, tapi memang ini harus diterima.

Intinya, kali ini saya memang lebih senang menggunakan hari-hari dengan berbagai aktifitas yang sedikit bikin saya sibuk. Pekerjaan sebagai tim debat sudah habis dan itu tandanya tidak ada lagi pekerjaan yang harus dikerjakan dengan deadline jadwal yang padat dan tugas menumpuk, semuanya kosong lagi di akamr ini, ga ada berkas kertas yang berserakan dimana-mana. 

Mungkin butuh rehat sejenak buat ngembaliin semua semangat dan aktifitas baru lagi untuk kedepannya. Banayak yang bilang, kita mundur 1 langkah dengan harapan dapat kemajuan 3 langkah kedepan. Ya semoga saja bisa menjadi kenyataan ditengah terusiknya jiwa dan pikiran ini oleh batalnya sebuah ajang bergengsi tingkat nasional yang pengen diikutin. Sudah berlalu sekarang..






Disaat tenang dan pikiran itu merasuk
Bandung, 3 Nopember 2011

Comments

Popular posts from this blog

Sangkut

Places

Setelah beberapa waktu ini engga banyak nulis, akhirnya kali ini bisa nulis juga. Tentu disuasana yang beda sama pemikiran yang berbeda. Waktu rasanya cepet banget kali ini. Mulai nulis taun 2009 (tapi blog lama lupa password, penyakit), ga berasa aja sekarang udah tahun 2016. Tulisan di tahun ke-7 ini banyak rasa-rasa yang udah campur aduk, perjalanan yang berasa bukan kelok-kelok lagi, tapi udah berasa "ribet". Ya, gini adanya. Buat nulis hari ini, banyak kerjaan dulu yang harus diberesin dan gatau tiba-tiba punya inisiatif tingkat tinggi buat beresin beberapa file yang acak-acakan di dekstop sama di beberapa folder laptop. Ya sedikit mendingan dibanding sebelumnya. Yang belum mendingan cuma laptopnya aja, masih jadul (belum mampu beli dan secara ga langsung masih nyaman buat dipake), ya gitulah! :D Ngomong-ngomong ini persis 1 taun lebih 20 harian tinggal di kota orang (Jakarta) dan ya 8 bulan yang lalu genap umur saya di usia 23 tahun. Itu taun kedua sih ngerayai...

Begin Again?

Perlu untuk kau sadari, diri ini tak mampu untuk terus bersandar pada sebuah harapan, nafas ini tak dapat mengenal santun untuk terus menghembuskan nafas, tak terucap segala rasa yang tak pernah bicara dan tak pernah untuk terucap. Kali ini, rasa dan sanjungan yang selalu ku buai dalam setiap gerak langkahmu tak dapat membuat kita saling mengingat dan menyatukan. Terkadang, warna-warna yang kuberikan itu aku persembahkan untukmu yang berada di jauh sana. Tampak jelas kali ini, bahwa fase tersebut membuat semua tampak menjadi jelas, ku hempaskan seluruh harapan ini, tampak bilur dan terjerembab dalam perputaran waktu yang tak juga membuahkan hasil yang selalu ku harapkan. Semuanya hanya tersisa dijiwa, lepaskan. Biaskan, bebaskan... Sesekali kupandang wajah pada foto yang kuselipkan di dompet cokelat usangku, wajahmu tersenyum tanpa ku tahu apa alasannya, rambutmu tampak terlihat indah dengan warna hitam panjang hingga menyentuh bahu yang indah itu. Matamu terlihat lebih te...