Skip to main content

Gemerlap Kaum Hawa

Mungkin saja hari ini sebagai hari bagi kaum hawa untuk merayakan hari besar wanita sedunia. Pertama kali tahu bahwa hari ini adalah hari wanita sedunia dari twitter. Biasa, akun ini selalu memberikan berita hangat dan cepat diserap oleh penikmat su "burung berkicau" ini. Banyak yang mengucapkan ucapan selamat kepada kaum hawa khusus untuk hari ini saja tanggal 08 maret 2011. Sedikit bingung memang dengan perayaan yang tidak semua orang tahu tentang keberadaan hari besar ini. Dikalender dunia maupun islampun tidak ada yang namanya hari perempuan sedunia. Yah, pada dasarnya kalo memang hari ini adalah hari wanita sedunia yang ucapkan saja selamat menikmati bagi yang merayakan dan bagi kaum adam ayolah bergerak untuk selalu membahagiakan kaum hawa, entah itu pacar, ibu ataupun hanya teman biasa. Mungkin berdasarkan fakta yang ada memang wanita patut untuk dihargai, diayomi dan dimanjakan. Itu memang ucapan seorang pria yang sungguh ramah dan tamah terhadap keberadaan seorang wanita. Semoga saja saya juga termasuk pria yang seperti itu. hahaha

Well, mungkin setiap kali memikirkan untuk menghargai wanita terkadang membuat malas, disebabkan mungkin wanita itu hanya akan mengucapkan terima kasih saja tanpa ada embel-embel kecupan atau kalimat sayang kepada si pemberi ucapan. Sedikit senang melihat balasan dari para wanita cantik yang diberikan ucapan selamat serta beberapa RT dari akun twitter. Semoga hari ini sebagai hari dimana para wanita selalu di manjakan dan disayangi oleh setiap orang. 

Wanita sangat mahal nilainya dan sungguh banyak memberi inspirasi bagi pria maupun saya
Selamat Hari Wanita Sedunia

Comments

  1. maka dari itu hargailah wanita, karena kamu dilahirkan dari rahim seorang ibu. kalau engkau menyakiti wanita artinya engkau menyakiti ibumu sendiri. (dari Ayah)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bukan Retak, Tetapi Patah

Siang ini saya mendapat telepon dari Ayah. Biasanya beliau hanya menghubungi melalui whatsapp atau pesan singkat melalui handphonenya. Itu pun dapat dihitung dalam satu tahun, mungkin tiga kali dalam satu tahun, banyaknya empat atau lima kali satu tahun. Tidak pernah lebih.  Disaat yang sama, kebetulan saya sedang istirahat makan siang, sungguh kebetulan. Kebetulan, saya sejujurnya tidak percaya dengan hal kebetulan, tetapi kali ini alur ceritanya seperti itu. Siang ini matahari begitu terik, saya baru saja menyeruput minuman es teh manis, favorit untuk ukuran saya dan keadaan kantong saku saya, hehe. Selama saya berada di kota orang, saya tidak pernah berbicara panjang lebar dengan Ayah. Semuanya selalu berjalan dengan cepat, singkat dan padat. Tanpa basa-basi. Itu salah satu karakter Ayah saya, ternyata menurun pada diri saya. Topik pembicaraan yang disuguhkan Ayah sungguh membuat heran, tidak biasanya beliau menghubungi saya dan bercerita layaknya sebuah percakapan anta...

Sangkut

Places

Setelah beberapa waktu ini engga banyak nulis, akhirnya kali ini bisa nulis juga. Tentu disuasana yang beda sama pemikiran yang berbeda. Waktu rasanya cepet banget kali ini. Mulai nulis taun 2009 (tapi blog lama lupa password, penyakit), ga berasa aja sekarang udah tahun 2016. Tulisan di tahun ke-7 ini banyak rasa-rasa yang udah campur aduk, perjalanan yang berasa bukan kelok-kelok lagi, tapi udah berasa "ribet". Ya, gini adanya. Buat nulis hari ini, banyak kerjaan dulu yang harus diberesin dan gatau tiba-tiba punya inisiatif tingkat tinggi buat beresin beberapa file yang acak-acakan di dekstop sama di beberapa folder laptop. Ya sedikit mendingan dibanding sebelumnya. Yang belum mendingan cuma laptopnya aja, masih jadul (belum mampu beli dan secara ga langsung masih nyaman buat dipake), ya gitulah! :D Ngomong-ngomong ini persis 1 taun lebih 20 harian tinggal di kota orang (Jakarta) dan ya 8 bulan yang lalu genap umur saya di usia 23 tahun. Itu taun kedua sih ngerayai...